Kami yang Terbaik - Nikmati Layanan Travel Pribadi, Booking dan Cetak Tiketnya Sendiri - Sampai Dengan Saat ini Jumlah Member mencapai 4.513 dan telah mentransfer komisi sebesar Rp. 1,229,625,414.00

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

Tahukah anda bahwa Internet juga bisa digunakan untuk menjalankan bisnis jutaan rupiah dengan modal terjangkau? Ya, kini anda dapat memanfaatkan Internet agar dapat menghasilkan jutaan rupiah per bulannya.

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.
2. Data yang transparan langsung dari airline.
3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.
4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.
5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.
6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Artikel

<>

Kamis, 29 Desember 2011

3 Tipe Orang



Seorang guru memperlihatkan tiga mainan berbentuk orang kepada murid-muridnya dan meminta mereka mencari perbedaan dari ketiganya. Sekilas ketiga mainan itu tampak sama. Bentuk, ukuran, dan bahan materinya mirip. Namun setelah diamat-amati, akhirnya murid-murid bisa menemukan perbedaannya. Pada ketiga mainan itu terdapat lubang-lubang. Namun, jumlah dan letaknya berbeda-beda.
Di mainan pertama, ada lubang pada kedua telinganya. Di mainan kedua, ada lubang di telinga dan mulutnya. Di mainan ketiga, hanya ada satu lubang di satu telinganya.
Lalu, murid memasukkan satu jarum ke dalam lubang telinga mainan pertama. Jarum itu keluar dari telinga satunya lagi. Pada mainan kedua, ketika jarum dimasukkan ke satu telinga, jarum itu malah keluar dari mulutnya. Dan di mainan ketiga, ketika jarum dimasukkan, malah sama sekali tidak bisa keluar.
Sang guru pun menjelaskan. Mainan pertama mencerminkan orang-orang di sekitar kita yang kelihatannya mendengarkan cerita kita dengan sungguh-sungguh dan peduli pada kita. Tapi, mereka sebenarnya hanya berpura-pura saja. Setelah mendengarkan, seperti halnya jarum yang keluar dari telinga satunya, cerita-cerita kita yang mereka dengar akan dilupakan begitu saja.
Mainan kedua adalah cerminan orang yang mendengarkan semua keluh-kesah kita dan tampaknya peduli pada kita. Tapi seperti halnya mainan kedua tadi, jarum itu keluar dari mulutnya. Orang-orang seperti ini akan menggunakan cerita keluh-kesah kita atau apa pun yang kita ceritakan ke mereka untuk melawan kita dengan menceritakannya ke orang lain. Atau, mereka akan membocorkan cerita rahasia kita demi keuntungan mereka sendiri.
Mainan ketiga, di mana jarum tadi sama sekali tidak keluar ke mana-mana. Inilah gambaran orang-orang yang akan menjaga kepercayaan yang kita berikan pada mereka. Mereka inilah yang sejatinya bisa kita andalkan sebagai orang tepercaya.
 
Memiliki seseorang yang selalu ada di kala kita sedang terpuruk ataupun saat bersukacita, sungguh baik dan positf. Tapi ada baiknya jika kita sedikit waspada. Tentunya kita tidak mau perkataan kita berdampak seperti boomerang yang suatu saat akan berbalik menyerang kita.
Sebaliknya, jika kita suatu saat menjadi si pendengar bagi orang lain, siapa pun orang itu, hendaknya kita tidak menjadi mainan pertama atau kedua. Kita tentu tidak bisa mengharapkan orang lain menjadi mainan ketiga, jika kita terlebih dulu tidak menjadi mainan ketiga. Seperti kata pepatah, "Do to others as you would have them do to you." Kalaupun kita tidak bisa menjadi mainan ketiga, sebaiknya kita berkata jujur supaya kita tidak menyakiti orang lain dan diri sendiri di masa mendatang.

====================================================================

Promoted By :



0 komentar:

Poskan Komentar