Kami yang Terbaik - Nikmati Layanan Travel Pribadi, Booking dan Cetak Tiketnya Sendiri - Sampai Dengan Saat ini Jumlah Member mencapai 4.513 dan telah mentransfer komisi sebesar Rp. 1,229,625,414.00

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

Tahukah anda bahwa Internet juga bisa digunakan untuk menjalankan bisnis jutaan rupiah dengan modal terjangkau? Ya, kini anda dapat memanfaatkan Internet agar dapat menghasilkan jutaan rupiah per bulannya.

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.
2. Data yang transparan langsung dari airline.
3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.
4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.
5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.
6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Artikel

<>

Rabu, 21 Desember 2011

Kemiskinan Tak Menghalanginya untuk Sekolah

Nama lengkapnya Kalyana Raman Srinivasan, namun kini terkenal dengan nama Kal Raman. Pendiri GlobalScholar ini dikenal sebagai sosok sukses yang berangkat dari ketidakpunyaan.

Kal Raman lahir di desa kecil bernama Mannarakoil, Tirunelveli, Tamil Nadu. Ia terlahir dari keluarga kelas menengah yang berhasil .Namun sejak ayahnya meninggal keuangan keluarga jadi berantakan. Mereka lalu pindah ke rumah sederhana tanpa listrik dan persediaan air yang tak memadai. Saudara-saudaranya sudah menyarankan agar anak pertama, kakak Kal, bekerja saja tak perlu melanjutkan sekolah biar bisa membantu pendapatan keluarga. Namun ibunya menolak. "Anak-anak saya harus mendapatkan pendidikan terbaik sebisa mungkin yang bisa saya berikan. Pendidikan adalah penyelamat kami," kata sang ibu.

Pernyataan itu ibarat pendorong semangat Kal dan saudara-saudaranya untuk belajar sebaik mungkin meski dengan ekonomi seadanya. Karena itu walaupun malam hari mereka tak memiliki cukup cahaya untuk membaca buku, Kal punya cara lain yang lebih murah. Ia pergi ke pinggir jalan. Di bawah lampu jalanan itulah setiap malam ia belajar. "Saya bersyukur karena lampu di jalan itu tak pernah mati," kata Kal.
Kal pun bisa meneruskan sekolah hingga lulus SMA. Bahkan akhirnya bisa lulus kuliah dari Anna University di Chennai jurusan Electrical Engineering and Electronics. Usai kuliah ia bekerja di Tata Consulting Engineers. Ia memilih ditempatkan di Mumbai karena merupakan kota besar.
Pertama kali datang ke Mumbai ia tinggal di stasiun. Dan begitu masuk kantor ia sudah mendapat teguran dari manajernya karena Kal tak mengenakan sepatu. "Saya tak peduli bagaimana kamu berpakaian saat belajar di kampus. Tetapi di sini kamu tak bisa mengenakan sandal. Besok kamu harus pakai sepatu," kata sang manajer.

Kal menjelaskan bahwa besok pagi pun ia belum bisa pakai sepatu. Bukan tidak mau namun tak punya uang. Ia menyebutkan bahwa rencana membeli sepatu sudah ia rancang setelah gaji pertama ia terima. "Tolong jangan keluarkan saya dari sini karena saya bekerja untuk keluarga saya. Kami sangat membutuhkan uang," papar Kal. "Kamu tinggal di mana?" tanya sang manajer. "Di stasiun," sahut Kal.
Akhirnya Kal mendapatkan dispensasi. Bukan boleh memakai sandal di bulan pertamanya bekerja, tetapi ia mendapat gaji di muka. Selain itu sang manajer mencarikan tempat tinggal sementara dan membelikan sepasang sepatu. "Itu sepatu pertama yang bisa saya miliki," kata Kal. Hari berikutnya ia sudah mengirim 1500 rupi untuk ibunya.

Kariernya melesat cepat. Bahkan ia mendapat kesempatan dikirim ke luar negeri yaitu ke Edinburg, Inggris, sebagai tenaga ahli program komputer.Dari sanalah kariernya menanjak. Kini Kal sukses dengan perusahaan yang didirikannya, GlobalScholar, perusahaan pembuat software pendidikan. Secara pribadi ia juga benar-benar sudah mengangkat keluarganya dari kemiskinan. Selain pendidikan ia juga menganggap sang ibulah sang pahlawan hidupnya.


====================================================================

Promoted By :



0 komentar:

Poskan Komentar