Kami yang Terbaik - Nikmati Layanan Travel Pribadi, Booking dan Cetak Tiketnya Sendiri - Sampai Dengan Saat ini Jumlah Member mencapai 4.513 dan telah mentransfer komisi sebesar Rp. 1,229,625,414.00

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

Tahukah anda bahwa Internet juga bisa digunakan untuk menjalankan bisnis jutaan rupiah dengan modal terjangkau? Ya, kini anda dapat memanfaatkan Internet agar dapat menghasilkan jutaan rupiah per bulannya.

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.
2. Data yang transparan langsung dari airline.
3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.
4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.
5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.
6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Artikel

<>

Sabtu, 17 Desember 2011

Membuat Anak Berani Ala Jerapah






Tahukah Anda bagaimana induk betina jerapah mengajarkan bayinya yang baru lahir untuk berdiri? Mungkin ada yang beranggapan bahwa cara si ibu jerapah ini tergolong kasar atau tidak "berperikebinatangan". Namun, justru dari sinilah kita sebagai manusia bisa mengambil sisi positif yang bisa kita terapkan kepada anak kita.


Bayi jerapah jatuh sejauh tiga meter dari perut ibunya dan biasanya mendarat dengan bagian punggungnya. Sesaat kemudian, bayi jerapah bergelung lagi dan merapatkan kaki-kakinya ke badannya. Dengan posisi begitulah, sang bayi mengenal dunia untuk pertama kalinya dan menghilangkan lendir di mata dan telinganya. Lalu, si ibu jerapah mulai memperkenalkan kenyataan hidup kepada keturunannya dengan cara yang kasar.

Si ibu menundukkan kepalanya yang panjang untuk melihat sekilas kondisi sang bayi. Si ibu mengambil ancang-ancang di dekat sang bayi. Menunggu beberapa saat, dan setelah itu ia melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Ia mengayunkan kakinya yang panjang dan menendang sang bayi hingga terjungkal balik.

Kalau sang bayi tidak bergerak, proses itu akan terus berlangsung. Perjuangan sang bayi untuk bangun adalah hal yang penting. Jika sang bayi tampak kelelahan, si ibu akan menendangnya sekali lagi untuk mendorong usaha si bayi untuk bangkit. Akhirnya, si bayi berdiri untuk pertama kalinya dengan kaki-kaki yang masih goyah.

Namun, si ibu jerapah masih melakukan satu hal yang luar biasa. Ia sekali lagi menendang kaki sang bayi. Untuk apa? Agar sang bayi ingat bagaimana harus bangkit! Di alam liar, bayi jerapah harus mampu bangkit secepat mungkin agar tetap bisa bersama dengan kelompoknya karena di situlah mereka akan aman. Singa, hiena, macan tutul, dan anjing pemburu liar menyukai bayi-bayi jerapah. Dan bayi jerapah akan menjadi santapan empuk jika si induk betina tidak mengajarinya untuk bangun secepat mungkin dan terbiasa melakukan itu.

Ternyata, di balik tindakan si ibu jerapah yang terkesan kasar itu terdapat rasa kasih sayang yang sangat besar terhadap sang bayinya. Untuk berbuat kasar seperti itu, si ibu harus membuang perasaan tidak tega. Karena apabila sang bayi tidak diajarkan dengan cara begitu, ada bahaya besar yang menanti sang bayi.

 
Menilik kehidupan kita sebagai manusia, haruskah ada ancaman besar yang menanti kita sebelum kita bisa merasa tega untuk mengajarkan pada anak kita betapa kerasnya kehidupan yang akan dijalankannya? Karena kebanyakan dari kita malah sering mengatakan kepada anak agar "tidak boleh gagal atau kalah", dalam suatu pertandingan penting misalnya. Karena kalau sampai gagal, "ancaman" itu malah datang dari orangtua si anak itu sendiri. Sungguh ironis.

Sebagaimana yang tergambar dalam masa awal kehidupan sang bayi jerapah, ada kalanya sebuah kepahitan dari kegagalan atau kekalahan harus dicicipi oleh putra/putri kita. Karena dengan demikian, mereka akan bertumbuh dewasa menjadi pribadi yang lebih kuat dan berani. Mereka akan menjadi pribadi yang tidak akan takut terhadap segala tantangan di depan.

Di sini, kita juga sekaligus bisa mendidik bahwa kegagalan itu adalah hal yang biasa terjadi dalam kehidupan. Karena gagal tapi bangkit lagi, jatuh tapi bangun lagi adalah 100 x lebih baik dibanding takut mengalami kegagalan atau kejatuhan.

BY A.W

====================================================================

Promoted By :




0 komentar:

Poskan Komentar