Kami yang Terbaik - Nikmati Layanan Travel Pribadi, Booking dan Cetak Tiketnya Sendiri - Sampai Dengan Saat ini Jumlah Member mencapai 4.513 dan telah mentransfer komisi sebesar Rp. 1,229,625,414.00

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

Tahukah anda bahwa Internet juga bisa digunakan untuk menjalankan bisnis jutaan rupiah dengan modal terjangkau? Ya, kini anda dapat memanfaatkan Internet agar dapat menghasilkan jutaan rupiah per bulannya.

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.
2. Data yang transparan langsung dari airline.
3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.
4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.
5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.
6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Artikel

<>

Sabtu, 24 Desember 2011

Dengan Satu Kaki Taklukkan Puncak Tertinggi





"Kang Sabar, ayo!" teriak seorang pendaki kepada Sabar, yang tinggal sedikit lagi mencapai Elbrus, puncak tertinggi di Eropa. Pria berusia 43 tahun itu pun kembali bangkit. Ia meraih tongkat kanannya yang terlepas. Dengan hanya satu kaki, Sabar kembali mendaki puncak Elbrus yang waktu itu berselimut salju. Suhu udara mencapai minus 15 derajat Celcius. Angin gunung bertiup kencang.
Setelah berjalan dua hingga tiga meter, Sabar kembali terjatuh. Namun karena semangat pantang menyerahnya, ia bangkit dan meneruskan langkahnya tanpa harus dibantu pendaki lainnya. Di tangan kirinya, ia juga memegang bendera Sang Saka Merah-Putih selain tongkatnya. Sesaat kemudian, Sabar tiba di Puncak Elbrus dengan selamat.
Itulah gambaran detik-detik menegangkan ketika Sabar, pendaki asal Indonesia yang berkaki satu, mencapai Puncak Elbrus di Rusia tepat di HUT ke-66 RI, 17 Agustus 2011 silam. Sesampainya di puncak, Sabar menyempatkan diri untuk menunaikan shalat dua rakaat sebagai ungkapan rasa syukurnya.
Mendaki gunung butuh ketahanan fisik dan mental yang kuat. Bagi orang normal, hal itu tentunya tidak mudah. Apalagi bagi mereka yang tunadaksa, seperti Sabar. Namun berkat semangat pantang menyerah dan kegigihan yang dimilikinya, Sabar berhasil menaklukkan puncak gunung yang menjadi satu dari 7 puncak gunung tertinggi di dunia (Seven Summit) itu. Prestasinya ini menjadikan Sabar sebagai tunadaksa pertama yang berhasil menapak di Puncak Elbrus.
Karena kegigihannya mencapai puncak Elbrus, Sabar pun mendapat nama Gorky di belakang namanya. Dalam sejarah Rusia, Gorky berarti pahit atau perjalanan hidup yang berliku. Nama ini terinspirasi dari pujangga Alexey Maximovich Peshkov yang mendapat panggilan baru Maxim Gorky alias "Maxim yang hidupnya pahit".
Tak hanya sukses menggapai puncak gunung Elbrus, Sabar pun berhasil menapakkan kaki di Gunung Kilimanjaro, Tanzania, pada 13 November 2011. Lagi-lagi, Sabar disebut-sebut menjadi tunadaksa pertama yang menginjakkan kaki di puncak tertinggi di Afrika (5.895 dpl) tanpa bantuan orang lain.
Kang Sabar, di Puncak Gunung Kilimanjaro 
Nama pria yang kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan kereta api pada 1996 ini pun disejajarkan dengan pendaki legendaris Elbrus lain seperti dua pendaki berkaki lumpuh, Vladimir Krupennikov (1997) dan Yakov London dari Rusia (2001), termasuk "si buta" Erik Weihenmayer dari AS yang juga menjadi orang buta pertama yang sukses menggapai puncak tertinggi di dunia, Everest pada 25 Mei 2001.
Tidak puas dengan dua kesuksesan yang terdahulu, kini Sabar Gorky siap melanjutkan ekspedisinya. Pria kelahiran tahun 1968 ini tengah bersiap-siap mendaki puncak Cartenz Jayawijaya dan Gunung Aconcagua, Argentina. "Itu misi saya di tahun 2012, sebelumnya saya ingin melakukan ekspedisi Sahar di Maroko," kata Sabar seperti dilansir Tribunnews.com.
Untuk ekspedisi itu Sabar melakukan berbagai persiapan. Ia secara rutin bersepeda sepanjang 20 km dari rumahnya di Jebres, Solo, hingga Stadion Manahan setiap harinya. "Saya ingin berkata pada dunia bahwa penyandang tunadaksa dapat berprestasi," kata Sabar Gorky.
Luar biasa semangat pantang menyerah Kang Sabar. Apa yang dianggap sebagai kekurangan bagi orang pada umumnya justru menjadi pemicu manjur untuk meraih prestasi yang gemilang!
 (Foto: Blog.kemlu.go.id, SuaraMerdeka.com)

====================================================================

Promoted By :




0 komentar:

Poskan Komentar