Kami yang Terbaik - Nikmati Layanan Travel Pribadi, Booking dan Cetak Tiketnya Sendiri - Sampai Dengan Saat ini Jumlah Member mencapai 4.513 dan telah mentransfer komisi sebesar Rp. 1,229,625,414.00

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

Tahukah anda bahwa Internet juga bisa digunakan untuk menjalankan bisnis jutaan rupiah dengan modal terjangkau? Ya, kini anda dapat memanfaatkan Internet agar dapat menghasilkan jutaan rupiah per bulannya.

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.
2. Data yang transparan langsung dari airline.
3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.
4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.
5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.
6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Bergabung? silahkan klik disini

Artikel

<>

Rabu, 08 Juni 2011

Ahmadinejad: FIFA Diktator dan Penjajah!

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengecam keras pelarangan tampil oleh FIFA bagi tim nasional perempuan Iran pada pertandingan kualifikasi Olimpiade 2012 melawan Jordania karena menjadikan jilbab (yang dirancang khusus untuk turnamen tersebut) sebagai bagian kostum mereka.

"Mereka (FIFA) adalah diktator dan penjajah yang ingin memaksakan gaya hidup mereka kepada yang lain. Kami akan menghadapi mereka yang menjalankan pekerjaan buruk ini. Kami bertindak sesuai hak-hak anak-anak perempuan kami," ujar Ahmadinejad seperti dikutip Guardian.

Menurut Guardian, tahun lalu timnas perempuan Iran juga diskors karena alasan serupa. Ketua Divisi Perempuan Federasi Sepak Bola Iran, Farideh Shojaei, mengatakan pihaknya telah memodifikasi kostum mereka pada bagian penutup kepala dan perubahan itu telah diterima dan diizinkan untuk dipakai oleh FIFA dan presidennya, Sepp Blatter.

Dikatakan juga oleh Shojaei, bahwa kostum yang sudah dimodifikasi itu sudah pernah dipakai pada pertandingan resmi dan tidak ada masalah. Ia pun mengaku terkejut, ketika sesaat sebelum pertandingan melawan Jordania, Jumat lalu, FIFA menskors timnya karena timnya menolak bermain tanpa tutup kepala.

Mengacu peraturan FIFA untuk Olimpiade 2012, pemain dan ofisial tidak boleh menampilkan pesan atau slogan politik, keagamaan, komersial, maupun personal pada permainan atau kostum tim. Menurut Shojaei, apa yang telah dilakukan Iran tak melanggar peraturan tersebut.

"Kami melakukan koreksi yang diminta dan memainkan sebuah pertandingan setelah (memodifikasi kostum). Kami memainkan putaran berikutnya dan tidak dilarang melakukan itu dan mereka tidak menemukan kesalahan apa pun. Itu berarti tak ada masalah dengan cara kami dan kami bisa berpartisipasi di Olimpiade," kata Farideh.

"(Kepala Federasi Sepak Bola Iran) Ali Kafashian membawa masalah ini kepada FIFA dan menunjukkannya kepada Sepp Blatter. Dan, mereka membuktikan bahwa ini sesuai dengan artikel keempat dari konstitusi FIFA yang mengatakan bahwa kostum harus lepas dari unsur agama dan politik. Ini juga tidak membahayakan pemain. Mereka membuktikan ini dan Sepp Blatter menerima ini dan kami berpartisipasi di Olimpiade," lanjutnya.

Akibat skor tersebut, timnas perempuan Iran diputusan FIFA kalah 0-3 dan Shojei mengaku tidak yakin keputusan tersebut akan berubah, seandainya protes mereka diterima FIFA.

"Sangat sulit diprediksi apa hasil dari ini, tetapi saya pikir keputusan tak akan berubah karena pertandingan penyisihan tak akan diulang," ujar Farideh.

"Negara-negara yang berinvestasi dan menghabiskan yuang dan waktu dan ambil bagian di putaran kedua jelas tak mau mengulang pertandingan-pertandingan itu, terutama jika pekan ini menjadi jelas tim mana yang akan masuk putaran final. Jadi, ini sangat sulit terjadi," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, FIFA mengatakan, "Keputusan FIFA pada Maret 2010 yang mengizinkan bahwa pemain bisa memakai cap yang menutupi kepala sampai batas rambut, tetapi tidak sampai ke bawah telinga dan menutupi leher, masih bisa diterima," ujar FIFA.

"Terlepas dari jaminan awal bahwa delegasi Iran mengerti hal ini, pemain tampil mengenakan hijab, dan kepala dan leher tertutup, yang tidak sesuai dengan peraturan permainan. Ini adalah alasan komisioner pertandingan dan wasit pertandingan memutuskan untuk menerapkan peraturan pertandingan, yang berujung dibatalkannya pertandingan," tutur mereka.

 

SOURCE

0 komentar:

Poskan Komentar